Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Pendidikan Kependudukan Jalur Pendidikan Formal dan Non Formal serta Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan /SSK yang menyasar SMAN 1 Dander sebagai tempat pelaksanaannya, pada Rabu (22/9).

Kegiatan ini dihadiri oleh sekdin DP3AKB Bojonegoro Ibu Nafif Ulfia, S.Sos. Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu M. Syaifuddin Yulianto, S.Ag, M.Pd.I ( Peraih SSK Paripurna Tingkat Nasional ) Bapak Roli Abdurrahman ( Pengurus SSK MAN 1 Bojonegoro), Bu Endah ( Koordintor Penyuluhan KB Kecamatan Dander), Bu Lina ( Anggota DP3AKB Bojonegoro ) dan Bapak Damanuri sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Sekertariat DP3AKB Bojonegoro Ibu Nadif Ulfia, S.Sos mengatakan, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, di mana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang di selenggarakan DP3AKB Kabupaten Bojonegoro dan SMAN 1 Dander sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Peserta dalam kegiatan tersebut meliputi 10 siswa pengurus PIK – R SMAN 1 Dander, 8 siswa perwakilan OSIS, dan 12 siswa perwakilan kelas 10. Program yang di canangkan dalam kegiatan ini adalah Pembentukan pengurus SSK, pembuatan Pojok Kependudukan atau POKEP. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan di wilayah tempat tinggal masing-masing siswa. Pelaksanaan kegiatan ini sendiri di harapkan mampu menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan perilaku adaptif dan responsif siswa siswi SMAN 1 Dander berkaitan dengan dinamika kependudukan. Lebih dari itu mengembangkan sikap yang tepat dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan kelak ketika mereka menjadi dewasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *