Gubernur Khofifah Indar Parawansa optimis bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Pihaknya pun memadukan SMA Double Track dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Khofifah menambahkan SMA atau MA Double Track memberikan jawaban atas terciptanya SDM berkualitas, khususnya bagi lulusan SMA. Karena itu, dia ingin program ini bisa bersinergi dengan program Millenial Job Center (MJC) dan One Pesantren One Product (OPOP).

“Cipta Lapangan Kerja dengan inovasi SMA atau MA Double Track diharapkan setiap tahun bisa menghasilkan serta menciptakan 600 ribu peluang kerja baru. Dimana, 600 ribu diantaranya dihasilkan lewat SMA atau MA Double Track ini. Sementara setiap tahun angkatan kerja baru di Jawa Timur mencapai 800 ribu orang,” kata Khofifah dalam Pembukaan Festival SMA/MA Double Track di Jatim Expo International Surabaya, Minggu (29/12/2019).

Selain itu, Khofifah menyebut Presiden Jokowi menekankan pentingnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui program Cipta Lapangan Kerja. Cipta lapangan kerja di Indonesia juga terkait erat dengan bidang pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki.

“Hari ini terdapat Double Track SMA sudah 157 sekolah dan Double Track untuk Madrasah Aliyah (MA) mencapai 120 MA. Saya ingin ini menjadi energi, potensi dan skill baru untuk membangun seluruh energi yang kita punya di Jatim untuk menciptakan inovasi lapangan kerja baru,” jelasnya.

Dari data kelembagaan dan data siswa untuk jenjang SMA di Jatim Tahun 2018, terdapat sekitar 116.772 (67,84%) siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Untuk itu, Khofifah juga berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi di Jatim.

Tak hanya itu, Khofifah menambahkan ada total Rp 190 Trilliun Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari jumlah KUR yang ada tersebut suku bunga interestnya sangat kecil mencapai 6 persen.

Untuk itu, Khofifah ingin memberikan modal pada siswa SMA atau MA Double Track yang sudah bersertifikasi, siap untuk mandiri dan bersaing lewat market place dan bertransaksi secara online dan pasar digital.

Ke depan, Khofifah mengungkap bentuk pelayanan yang mendekatkan diri kepada konsumen atau masyarakat yang akan lebih dibutuhkan.

“Saya ingin mengajak kepada Dudi memberikan ruang seluas luasnya bagi para lulusan SMA/MA khususnya yabg telah bersertifikat melalui program Double Track. Terutama, bagi SMA/MA Double Track yang telah memiliki ruang training, ruang ujian, ruang karier dan ruang dagang secara online yang bisa digunakan sebagai data base untuk menyaring kompetensi yang dimiliki,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jati. Hudiono menjelaskan sasaran utama dari program SMA/MA Double Track ini adalah siswa SMA Reguler yang berencana tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Untuk itu, siswa dibekali dengan keterampilan khusus yang diberikan intensif pada kelas XI.

“Sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tercapainya 157 lembaga SMA/MA dan 14.000 peserta didik pelaksana program Double Track se Jatim,” kata Hudiono.

Program SMA Double Track ini juga telah berjalan selama 2 tahun. Pada tahun pertama, Hudiono menyebut telah melibatkan 19 kabupaten, 86 sekolah, 420 trainer dan 9.009 siswa. Tahun kedua berkembang menjadi 28 kabupaten, 157 sekolah, 700 trainer dan 14.000 siswa.

Di tempat yang sama, Rektor ITS Moch Ashari mengatakan, keberadaan SMA Double Track ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Jatim. Tak hanya itu, SMA Double Track ini, juga akan membekali pelajar untuk memiliki keterampilan sebagai bekal menembus pasar kerja di Indonesia maupun dunia.

Sumber: InfoSurabaya.Id