Tingkatkan Jiwa Wirausaha, Siswa Double Track Tata Boga SMAN 1 Dander Gali Ilmu di Wahyu Bakery

AGENDA DOUBLE TRACK INFORMASI TATA BOGA

DANDER – SMAN 1 Dander terus berkomitmen membekali siswanya dengan keterampilan nyata yang siap pakai di masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui program Double Track (DT) Tata Boga yang menggelar kunjungan industri ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Wahyu Bakery di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan siswa DT Tata Boga SMAN 1 Dander tiba di lokasi dan disambut hangat oleh pemilik Wahyu Bakery, Ibu Wahyu Sri Utami. Kunjungan ini dirancang sebagai jembatan emas bagi siswa untuk melihat langsung bagaimana teori kuliner di kelas ditransformasikan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Belajar Langsung dari Ranah Industri

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya menjadi penonton. Mereka diajak membedah seluruh proses hulu ke hilir dari bisnis bakery. Materi yang diserap siswa sangat beragam, mulai dari:

  • Proses Produksi: Teknik pemilihan bahan baku berkualitas dan rahasia pengolahan adonan.
  • Manajemen Alat & Kebersihan: Penggunaan peralatan standar industri serta penerapan sanitasi yang ketat.
  • Hingga Meja Pasar: Strategi pengemasan (packaging) yang menarik, pengelolaan produk, hingga taktik pemasaran usaha.

Program Double Track Tata Boga sendiri merupakan program inovatif yang membekali siswa SMA dengan keterampilan vokasional di samping pembelajaran akademik reguler. Tujuannya jelas, yakni mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang siap bersaing di dunia kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan baru.

Jembatan Teori dan Praktik Nyata

Melalui kunjungan ini, siswa diharapkan mampu mengorelasikan pelajaran sekolah dengan dinamika asli di dunia industri. Harapan besar ini turut ditegaskan oleh Ibu Dyah Ayu Puspitasari dalam pendampingannya bersama anak-anak DT Boga.

“Kunjungan ke Wahyu Bakery menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak DT Boga. Mereka tidak hanya belajar teori dan praktik di sekolah, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha bakery dijalankan,” ujar Ibu Dyah Ayu Puspitasari.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini memicu pemikiran visioner bagi masa depan siswa. “Saya berharap melalui kegiatan ini siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu melihat bahwa keterampilan tata boga dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun menciptakan peluang usaha di masa depan,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya kunjungan industri ini, SMAN 1 Dander membuktikan bahwa pembelajaran yang adaptif dan kontekstual adalah kunci utama dalam membangun mentalitas wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (Achmad Satria Utama/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *